Identitas
Buku
Judul
: Sang Pemimpi
Penulis
: Andrea Hirata
Penerbit
: PT Bentang Pustaka
Halaman
: x + 292
Novel Sang Pemimpi menceritakan tentang
sebuah kehidupan tiga oranganak Melayu Belitong yaitu Ikal, Arai, dan Jimbron
yang penuh dengantantangan, pengorbanan dan lika-liku kehidupan yang memesona
sehinggakita akan percaya akan adanya tenaga cinta, percaya pada kekuatan
mimpidan kekuasaan Allah. Ikal, Arai, dan Jimbron berjuang demi menuntut ilmudi
SMA Negeri Bukan Main yang jauh dari kampungnya. Mereka tinggal disalah satu
los di pasar kumuh Magai Pulau Belitong bekerja sebagai kulingambat untuk tetap
hidup sambil belajar.
Ada Pak Balia yang baik dan bijaksana,
beliau seorang Kepala Sekolahsekaligus mengajar kesusastraan di SMA Negeri
Bukan Main, dalam novelini juga ada Pak Mustar yang sangat antagonis dan
ditakuti siswa, beliauberubah menjadi galak karena anak lelaki kesayangannya
tidak diterima diSMA yang dirintisnya ini. Sebab NEM anaknya ini kurang 0,25
dari batasminimal. Bayangkan 0,25 syaratnya 42, NEM anaknya hanya 41,75.Ikal,
Arai, dan Jimbron pernah dihukum oleh Pak Mustar karena telahmenonton film di
bioskop dan peraturan ini larangan bagi siswa SMA NegeriBukan Main. Pada apel
Senin pagi mereka barisnya dipisahkan, danmendapat hukuman berakting di
lapangan sekolah serta membersihkanWC.Ikal dan Arai bertalian darah.
Nenek Arai adalah adik kandung kakek
Ikaldari pihak ibu,ketika kelas 1 SD ibu Arai wafat dan ayahmya juga
wafatketika Arai kelas 3 sehingga di kampung Melayu disebut Simpai
Keramat.Sedangkan Jimbron bicaranya gagap karena dulu bersama ayahnya bepergian
naik sepeda tiba-tiba ayahnya kena serangan jantung dan Jimbron pontang-panting
membawa ayahnya panik. Ia sangat antusiassekali dengan kuda, segala macam kuda
ia tahu.
Ayah Ikal bekerja di PN Timah Belitong,
ayahnya pendiam tapi kasihsayangnya sangat besar, dia bersepeda ke Magai 30
kilometer hanya untukmengambil rapot anaknya di SMA Negeri Bukan Main. Dan ibu
Ikalmenyiapkan baju safari ayah dengan menyalakan setrika arang dan
gesitmemercikan air pandan dan bunga kenanga yang telah direndam semalam.Ketika
belajar di lapangan sekolah Pak Mustar berkata : “Jelajahikemegahan Eropa
sampai ke Afrika yang eksotis. Temukan berliannyabudaya sampai ke Prancis.
Langkahkan kakimu di atas altar suci
almamaterterhebat tiada tara Sorbonne. Ikuti jejak-jejak Sartre, Louis
Pasteur,Montesquieu, Voltaire. Disanalah orang belajar science, sastar, dan
senihingga mengubah peradaban”. Ikal dan Arai tak berkedip ketika Pak
Baliamemperlihatkan gambar yang tampak seorang pelukis dibelakang kanvasberdiri
menjulang Menara Eiffel yang menunduk memerintahkan SungaiSeine agar membelah
diri menjadi dua tepat dikaki-kakinya.Saat itulah mereka mengkristalkan harapan
agung dengan statement yangsangat ambisius : Cita-cita kami adalah kami ingin
sekolah ke Prancis! Inginmenginjakan kaki di altar suci almamater Sorbonne,
ingin menjelajah Eropasampai ke Afrika.Dengan perjuangan hidup mesti serba
terbatas dan banyak rintangan Ikaldan Arai akhirnya diterima kuliah di
Universite de Paris, Sorbonne, Prancis.Sedangkan Jimbron tetap di Belitong
mengurusi kuda milik capo.



